Banyak orang awam yang tidak tahu, bahwa dalam pembuatan dan pengembangan sebuah kurikulum dan konten dari kurikulum itu, dibangun dengan berbagai macam pertimbangan serta evaluasi yang cukup detil. Karena sebuah kurikulum merupakan gambaran dari alumni sebuah Perguruan Tinggi. Dari Kurikulum itulah nantinya Sarjana dan atau ahli Madya di godok dan dibentuk dalam sebuah Perguruan Tinggi melalui Fakultas dan Program Studinya sehingga akan terbentuklah Sarjana dan Ahli Madya yang mumpuni sesuai dengan bidang dan latar belakang keilmuannya.

Menyadari hal tersebut, Rektor UNAS PASIM Bapak Eko Travada merasa perlu membuat sebuah Workshop tentang bagaimana penyusunan kurikulum yang benar dan tepat tersebut, sehingga sesuai dengan standar yang diinginkan dan yang akan dicapai oleh UNAS PASIM pada umumnya dan Program Studi khususnya.

Workshop ini mengundang pembicara Dr.M.Rozahi Istambul, beliau ini sudah cukup malang melintang dalam penyusunan kurikulum yang berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Bapak Rozahi menjelaskan dari sejarah awal kenapa harus ada KKNI, termasuk harus disesuaikan juga dengan kondisi dan kemampuan Mahasiswa, serta para Dosen juga harus bisa membuat Mahasiswa tersebut nyaman dalam menyerap dan menerima mata kuliah yang disajikan Dosen. Sehingga Mata kuliah akhirnya benar-benar terpatri dan menjadi keunggulan dari alumni nantinya ketika harus memenangkan persaingan di dalam mendapatkan pekerjaan atau dalam dunia bisnis.

Setelah penjelasan yang memakan waktu setengah hari, maka pada sesi kedua setelah ISHOMA,dilanjutkan dengan pelatihan cara penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester) dan Silabus. Masing-masing peserta diminta membuat Silabus dan RPS mata kuliah yang diampu, Bapak Rozahi membimbing dengan memberikan contoh serta memberikan kesempatan kepada para peserta apabila ada hal yang belum dipahami.

Tepat pukul 16.00 WIB workshop selesai dilaksanakan, Bapak Rozahi sebagai pembicara menyadari bahwa tidak akan semua peserta lansung paham yang beliau sampaikan, maka dari itu beliau mempersilakan kepada para peserta untuk berkonsultasi melalui Whatsapp dan email, apabila masih ada yang belum di pahami dan dimengerti. (Dry 03042018)