BEM Universitas nasional Pasim menyelenggarakan Tausiah yang bertema “ the end of 1500 H” yang dilaksanakan hari Sabtu, 25 february 2017 Di Mesjid Al-ikhlas. Dengan menghadirkan penceramah Ustad. Rizal Fadli Nurhadi yang biasa dipanggil “Abu Takeru”.
Selain dihadiri oleh mahasiswa UNAS PASIM, hadir juga Jamaah yang antusias ingin mengikuti tausyiah ini. Acara diawali sambutan oleh Bapak Rektor UNAS PASIM kali ini mengambil tema Mengungkap Fenomena akhir Zaman karena umur bumi ini tak lagi muda, artinya bumipun akan binasa dan kehidupan pun akan tiada. Saat ini kita berada di akhir zaman, diharapkan kita senantiasa bermuwajjahah bersama.
Ia berharap dengan diadakannya Tausiah pada kali ini dapat menambah ilmu tentang keIslaman mahasiswa dan jamaah yang hadir,  dan juga semoga bisa menjadi ajang silaturahmi.
Sementara itu, ustad Rizal Fadli Nurhadi atau yang dikenal juga dengan Abu Takeru mengatakan bahwa sebagai manusia harus memahami arti iman kepada hari kiamat terlebih dahulu. Iman kepada hari kiamat mencakup tiga hal, yaitu, Iman pada tanda-tandanya; Iman pada kejadian yang terjadi pada saat hari kiamatnya; dan Iman pada sesuatu setelah hari kiamatnya (surga dan neraka).
Menurutnya tanda-tanda kecil hari kiamat, munculnya 30 dajjal kecil di bumi, maksudnya adalah muncul orang-orang kafir yang mengaku sebagai Tuhan atau Nabi palsu dan memiliki pengikut, beliau menyebutkan beberapa nama sebagai contoh. Lalu terbelahnya bulan seperti yang pernah dikatakan Rasulullah dalam Hadits.“Sedangkan kiamat akan segera terjadi ketika tanda-tanda besar kiamat sudah terjadi, dan itu dimulai ketika datangnya Imam Mahdi, kemudian melandanya musim kemarau dan kekeringan yang amat dahsyat, terjadinya peperangan yang sangat hebat dan munculnya Dajjal yang sebenarnya ke muka bumi. Dajjal datang pada hari dimana hari dilaksanakannya shalat Idul Fitri sama dengan hari dilaksanakannya shalat Idul Adha.
Setelah beliau selasai menyampaikan materinya, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan sistem yang ditentukan oleh Abu Takeru, beliau menyampaikan pertanyaan dengan beberapa jawaban pilihan kemudian peserta diminta untuk menjawab pertanyaannya melalui applikasi Line dan bagi Mahasiswa yang paling cepat menjawab dan jawabannya benar diberi hadiah dan cindramata oleh Abu Takeru. Setelah acara tanya jawab selesai, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Cindramata dari Rektor Universitas Nasional Pasim kepada Ustad. Rizal Fadli Nurhadi (Abu Takeru)
Acara belum berakhir, selanjutnya Jamaah Tausiah, yang awal masuk Masjid diwajibkan menyimpan sepatu/sandal dengan nomor yang telah ditentukan. Nah kenapa sepatu tersebut dikasih nomor? ternyata panitia sudah menyiapkan Game berhadiah dengan sistem “bagi siapa yang nomor sepatunya atau sandalnya disebutkan oleh Abu Takeru maka dialah yang berhak mendapatkan hadiahnya”. 4 Mahasiwa yang beruntung membawa Cindramata/Sovenir yang telah disediakan oleh panitia.
Jamaah yang mengikuti tausyiah ini rata-rata menyampaikan rasa puas nya, seperti Bapak Endri Hendrayana (Kabag CRM dan SC UNAS PASIM) yang terlibat lansung dalam acara ini. Beliau mengatakan bahwa acara seperti ini harus lebih sering diadakan, karena khawatirnya banyak persepsi yang salah atau tidak tepat ketika seseorang menafsirkan hal-hal yang berkenaan dengan agama, karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa berikanlah suatu pekerjaan kepada ahlinya, maka kita juga harus bertanya sesuatu yang tidak atau kurang kita pahami kepada ahlinya, sambung Bapak Endri lagi menutup pembicaraan. (Ayy 26022017)