Hari sabtu, 11 maret 2017 Mahasiswa/i Fakultas Sastra melaksanakan gathering ke Dago Pakar. Kegiatan Gathering kali ini berbeda dengan gathering-gathering sebelumnya, karena untuk pertama kalinya Jurusan Sastra Jepang dan Bahasa Inggris mengadakan acara serentak secara bersama-sama. Acara ini sendiri merupakan kegiatan yang lebih mengedepankan keakraban serta keguyuban antar mahasiswa fakultas Sastra. Diprakarsai oleh para pengajar di Fakultas Sastra,  beserta HIMADE (Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang) UNIVERSITAS NASIONAL PASIM. Acara ini, bertujuan agar mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Nasional Pasim menjadi lebih erat dan mampu bekerja sama dalam berbagai kegiatan, baik yang bersifat akademis maupun non akademis.
Dimulai pada sabtu pagi , seluruh peserta hadir pukul 06.00.WIB di kampus Universitas Nasional Pasim. Semua peserta dan panitia bersiap dengan barang bawaan mereka masing-masing, setelah semua beres segera berangkat ketempat tujuan yaitu Dago Pakar.
Tiba di tempat tujuan pukul 8.30 WIB, mereka istirahat sebentar untuk mempersiapkan acara Gathering yang akan berlangsung hari ini. Acara dimulai dengan jalan santai ke Gua Jepang dan Belanda, kemudian menuju ke Maribaya Lembang disana kegiatan inti akan dimulai, kemudian pada pukul 10.45 WIB acara Gathering di buka dengan sambutan dari kaprodi, kemudian dilanjutkan sambutan dari Yukari sensei, dan yang terakhir ada pengarahan serta tanya jawab seputar akademik bersama staf akademik UNAS PASIM.
Pukul 11.10 WIB acara dilanjutkan dengan beberapa game, dalam game ini harus diikuti oleh seluruh peserta dan berlangsung selama satu jam 20 menit. Setelah permainan selesai seluruh panitia dan peserta istirahat sebentar untuk melaksanakan sholat dan makan bersama. sekitar pukul 14.00 WIB seluruh panitia dan peserta meninggalkan tempat dan bersiap-siap untuk pulang.
Dengan berakhirnya gathering hari itu, banyak hal positif yang bisa didapat yaitu antara lain bertambah akrabnya sesama mahasiswa/i Fakultas Sastra, saling bertukar pengalaman tentang banyak hal baik dan ditingkahi juga dengan senda gurau yang menambah riuh suasana, tentu saja sekalian bisa mengasah kemampuan dan keberanian berbahasa asing dengan lansung penutur aslinya.(Ayy 21032017)