Setelah dua tahun menikmati kuliah di Politeknik ITB, Tahun 1985 Rinalwan Buchari memperoleh beasiswa dari Polytechnic Education Development Center (PEDC) yang didanai oleh Bank Dunia untuk melanjutkan pendidikan dalam bidang informatika di Universitas De Nancy, Perancis, selesai pada tahun 1988 dan memperoleh gelar Dipl. U. Tech.
            Setelah kembali dari Perancis, Rinalwan Buchari berkecimpung menjadi dosen pada Politeknik ITB dan beberapa perguruan tinggi swasta lainnya. Setelah beberapa tahun, tepatnya pada tahun 1991 pria kelahiran 29 Mei 1964 ini melanjutkan studi ke Amerika mengambil spesialisasi sistem informasi manajemen di Northern Arizona University (NAU) dan memperoleh gelar MBA tahun 1992.
            Sebelum pulang ke Indonesia, Rinalwan Buchari sempat bekerja pada Arkansas System Inc di Little Rock Arkansas sebagai system analiyst yang berhubungan dengan teknologi informasi bank, seperti ATM, clearing, Point Of sale, Switching, dll.
            Setelah kembali ke Indonesia, Rinalwan Buchari melanjutkan mengajar pada Politeknik ITB dan membuka program satu tahun Pendidikan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen (PASIM) dibawah bendera Politeknik ITB. Setelah melihat animo masyarakat yang tinggi, Rinalwan Buchari berkeinginan mengembangkan program PASIM menjadi jenjang D-3 bahkan S-1, tapi untuk mengujudkan keinginan tersebut di Politeknik ITB tidaklah mudah sebagaimana di perguruan tinggi swasta.
            Akhirnya, pada tahun 1996 bersama sang istri Popy Rahmalia Trisanti mendirikan Yayasan Pengembangan  Sistem Informasi Manajemen (YAPASIM) yang menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pengembangan Sistem Informasi Manajemen (STIE-PASIM) dan pada STIE PASIM inilah Rinalwan Buchari mengembangkan Pendidikan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen dengan membuka S1 Manajemen dengan konsentrasi Sistem Informasi Manajemen.
            Tidak hanya berhenti sampai disitu, Rinalwan Buchari juga membuka Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK PASIM) pada tahun 2000, STMIK PASIM ini didirikan untuk memperkuat Pendidikan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen yang diinginkannya. Untuk memperkuat sistem pendidikan yang dibangun, Rinalwan Buchari juga membuka unit-unit bisnis dibawah YAPASIM seperti  PT Pasim Sentra Utama, CV Djaya Anita Teknik, dan Koperasi Tricitra Pasim Mukti. Unit-unit bisnis ini digunakan juga untuk memberikan pelatihan (magang) bagi mahasiswa tentang dunia usaha.
            Setelah berhasil mengembangkan dua sekolah tinggi ini, Rinalwan Buchari berkeinginan mendirikan universitas, karena tidak memungkinkan dikeluarkannya izin universitas baru dari DIKTI pada saat itu, Rinalwan Buchari mengambil jalan dengan alih kepemilikan Yayasan Pendidikan Kader Keuangan Perbankan (YPKKP) yang menaungi Universitas Nasional Bandung tahun 2006, selanjutnya nama Universitas Nasional Bandung ini dirubah menjadi Universitas Nasional PASIM (Unas PASIM).  
              Pada Unas PASIM ini, mahasiswa yang kuliah tidak semua harus membayar uang kuliah, Rinalwan Buchari juga membuka program unggulan yang diberinya nama PUB (Pemberdayaan Ummat Berkelanjutan), melalui program ini mahasiswa yang kurang mampu tetapi memiliki IQ tinggi diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan pada jenjang D-3. Setelah lulus dan bekerja, mereka diharuskan berinfag sebesar 20% dari penghasilan yang diterima setiap bulannya untuk pemberdayaan ummat berikutnya.

Pria yang sangat terkesan dengan Albert Einstein ini, menanamkan motto di Unas PASIM dan PASIM group “ Get Inspiration, do with motivation, and creat succesfully”  yang diilhami oleh apa yang dikatakan Einstein “ Keberhasilan ditentukan oleh 90% motivasi dan hanya cukup 10% inspirasi.